Selasa, 29 April 2008

TES UJIAN AKHIR SEKOLAH TIK MATERI WEBBLOG

Ujian Akhir Nasional (UAN) Sebagai Issue Kritis Pendidikan


Judul: Ujian Akhir Nasional (UAN) Sebagai Issue Kritis Pendidikan
Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan.
Nama & E-mail (Penulis): Ngadirin
Saya Mahasiswa di Unersitas Negeri Jakarta
Topik: Ujian Akhir Nasional (UAN) Sebagai Issue Kritis Pendidikan
Tanggal: 8 Desember 2004

UJIAN AKHIR NASIONAL (UAN) SEBAGAI ISSUE KRITIS PENDIDIKAN
Nama : Ngadirin

No. Mahasiswa : 765 703 0338
Mata Kuliah : Issue-issue Kritis Pendidikan
Tahun Akademik : 2004/2005
Dosen : Prof. Dr. Soedijarto, MA
Program/Jurusan : S3/Manajemen Pendidikan
Perguruan Tinggi: Universitas Negeri Jakarta

1. Pendahuluan

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di setiap negara. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2004 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi anak agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, memiliki kecerdasan, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang diperlukan sebagai anggota masyarakat dan warga negara. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang mulia ini disusunlah kurikulum yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan dan metode pembelajaran. Kurikulum digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Untuk melihat tingkat pencapaian tujuan pendidikan, diperlukan suatu bentuk evaluasi.

Dengan demikian evaluasi pendidikan merupakan salah satu komponen utama yang tidak dapat dipisahkan dari rencana pendidikan. Namun perlu dicatat bahwa tidak semua bentuk evaluasi dapat dipakai untuk mengukur pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Informasi tentang tingkat keberhasilan pendidikan akan dapat dilihat apabila alat evaluasi yang digunakan sesuai dan dapat mengukur setiap tujuan. Alat ukur yang tidak relevan dapat mengakibatkan hasil pengukuran tidak tepat bahkan salah sama sekali.

Ujian akhir nasional (UAN) merupakan salah satu alat evaluasi yang dikeluarkan Pemerintah yang, menurut pendapat saya, merupakan bentuk lain dari Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir) yang sebelumnya dihapus. Benarkah UAN merupakan alat ukur yang sesuai untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan? Makalah ini mencoba untuk mengupas apakah evaluasi dalam bentuk UAN dapat menjawab pertanyaan tentang tingkat ketercapaian tujuan pendidikan. Pembahasan dimulai dari tujuan pendidikan, evaluasi, dan diakhiri dengan rekomendasi tentang perlu dan tidaknya evaluasi yang bersifat nasional.

2. Kurikulum dan Evaluasi

Sebelum berbicara tentang evaluasi, terlebih dahulu akan dikemukakan tentang kurikulum sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum mencakup fokus program, media instruksi, organisasi materi, strategi pembelajaran, manajemen kelas, dan peranan pengajar (Arieh Lewy, 1977:7-8). Di Indonesia sekarang sedang dikembangkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (Kurikulum 2004, 2003 ¡V belum disahkan tetapi telah dipublikasikan baik via website maupun cetak oleh Pusat Kurikulum, Balitbang Diknas).

Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam draft tersebut merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang dimiliki oleh peserta didik yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Selanjutnya dijelaskan bahwa kompetensi dapat diketahui melalui sejumlah hasil belajar dengan indikator tertentu. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual.

Cara mencapai kompetensi yang dibakukan disesuaikan dengan keadaan daerah dan atau sekolah. Berkaitan dengan hal ini dalam pelaksanaan kurikulum dikenal istilah diversifikasi kurikulum, maksudnya adalah bahwa kurikulum dikembangkan dengan menggunakan prinsip perbedaan kondisi dan potensi daerah, termasuk perbedaan individu peserta didik.

Evaluasi yang diterapkan seharusnya dapat menjawab pertanyaan tentang ketercapaian tujuan pendidikan nasional. Untuk mengingat kembali, tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 bahwa pendidikan

"bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab" (Pasal 3).

Dalam tujuan pendidikan di atas terdapat beberapa kata kunci antara lain iman dan takwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan demokratis. Konsekuensinya adalah evaluasi yang diterapkan harus mampu melihat sejauh mana ketercapaian setiap hal yang disebutkan dalam tujuan tersebut. Evaluasi harus mampu mengukur tingkat pencapaian setiap komponen yang tertuang dalam tujuan pendidikan. Pertanyaannya adalah bagaimana pelaksanaan evaluasi pendidikan di Indonesia? Apakah evaluasi yang dipakai dapat menjawab semua pertanyaan tentang tingkat pencapaian tujuan sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional? Pada bagian berikut akan dibahas penerapan sistem evaluasi di Indonesia dalam bentuk UAN.

3. UAN dan Permasalahannya

Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menerapkan UAN sebagai salah satu bentuk evaluasi pendidikan. Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004 disebutkan bahwa tujuan UAN adalah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik melalui pemberian tes pada siswa sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah lanjutan tingkat atas. Selain itu UAN bertujuan untuk mengukur mutu pendidikan dan mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, sampai tingkat sekolah.

UAN berfungsi sebagai alat pengendali mutu pendidikan secara nasional, pendorong peningkatan mutu pendidikan secara nasional, bahan dalam menentukan kelulusan peserta didik, dan sebagai bahan pertimbangan dalam seleksi penerimaan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. UAN merupakan salah satu bentuk evaluasi belajar pada akhir tahun pelajaran yang diterapkn pada beberapa mata pelajaran yang dianggap ¡§penting¡¨, walaupun masih ada perdebatan tentang mengapa mata pelajaran itu yang penting dan apakah itu berarti yang lain tidak penting. Benarkah bahwa matematika, IPA, dan Bahasa Inggris merupakan tiga mata pelajaran yang paling penting?

Pertanyaan yang muncul adalah apakah sistem evaluasi dalam bentuk UAN dapat menjawab semua informasi yang diperlukan dalam pencapaian tujuan? Apakah UAN dapat memberikan informasi tentang keimanan dan ketakwaan peserta didik terhadap Tuhan Yang Maha Esa? Apakah UAN dapat menjawab tingkat kreativitas dan kemandirian peserta didik? Apakah UAN dapat menjawab sikap demokratis anak? Dapatkah UAN memberikan semua informasi tentang tingkat ketercapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan tersebut?

Evaluasi seharusnya dapat memberikan gambaran tentang pencapaian tujuan sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003. Evaluasi seharusnya mampu memberikan informasi tentang sejauh mana kesehatan peserta didik. Evaluasi harus mampu memberikan tiga informasi penting yaitu penempatan, mastery, dan diagnosis. Penempatan berkaitan dengan pada level belajar yang mana seorang anak dapat ditempatkan sehingga dapat menantang tetapi tidak frustasi? Mastery berkaitan dengan apakah anak sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk menuju ke tingkat berikutnya? Diagnosis berkaitan dengan pada bagian mana yang dirasa sulit oleh anak? (McNeil, 1977:134-135). UAN yang dilakukan hanya dengan tes akhir pada beberapa mata pelajaran tidak mungkin memberikan informasi menyeluruh tentang perkembangan peserta didik sebelum dan setelah mengikuti pendidikan.

Dalam Keputusan Mendiknas No. 153/U/2003 terdapat ketidaksinambungan antara tujuan, fungsi, dan bentuk ujian. Pertama, bahwa pelaksanaan UAN bertujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik melalui pemberian tes. Dari pernyataan tersebut muncul beberapa pertanyaan antara lain:

"« Dapatkah tes yang dilaksanakan di bagian akhir tahun pelajaran memberikan gambaran tentang perkembangan pendidikan peserta didik?

"« Dapatkah tes tersebut memperhatikan proses belajar mengajar dalam keseharian?

"« Dapatkah tes tertulis melihat aspek sikap, semangat dan motivasi belajar anak?

"« Dapatkah tes di ujung tahun ajaran menyajikan keterampilan siswa yang sesungguhnya?

"« Bagaimana kalau terjadi anak sakit pada saat mengikuti tes?

"« Apakah hasil tes dapat menggambarkan kemampuan dan keterampilan anak selama mengikuti pelajaran?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tidak mudah untuk memperoleh jawabannya bila dengan hanya memberikan tes pada akhir tahun pelajaran. Hasil belajar bukan hanya berupa pengetahuan yang lebih banyak bersifat hafalan, tetapi juga berupa keterampilan, sikap, motivasi, dan perilaku yang tidak semuanya dapat diukur dengan menggunakan tes karena melibatkan proses belajar. Dengan kata lain terjadi pertentangan antara tujuan yang ingin dicapai dengan bentuk ujian yang diterapkan, karena pengukuran hasil belajar tidak bisa diukur hanya dengan memberikan tes di akhir tahun pelajaran saja.

Kedua, tujuan ujian sebagaimana disebutkan dalam Keputusan Mendiknas di atas adalah untuk mengukur mutu pendidikan di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, sampai tingkat sekolah. Lagi pertanyaan yang serupa dengan pertanyaan-pertanyaan di atas muncul, seperti apakah mutu pendidikan dapat diukur dengan memberikan ujian akhir secara nasional di akhir tahun ajaran? Apalagi bila dihadapkan mutu pendidikan dari aspek sikap dan perilaku siswa, apakah bisa dilihat hanya pada saat sekejap di penghujung tahun? Mutu pendidikan pada tingkat nasional dapat dilihat dengan berbagai cara, tetapi pelaksanaan UAN sebagaimana yang dipraktekkan belum menjawab pertanyaan sejauh mana mutu pendidikan di Indonesia, apakah menurun atau meningkat dari tahun sebelumnya. Bahkan terdapat indikasi bahwa soal-soal UAN (yang dulu disebut Ebtanas) berbeda dari tahun ke tahun, dan seandainya hal ini benar maka akibatnya tidak bisa dibandingkannya hasil ujian antara tahun lalu dengan sekarang. Selain itu mutu pendidikan tidak mungkin diukur dengan hanya memberikan tes pada beberapa mata pelajaran ¡§penting¡¨ saja, apalagi dilaksanakan sekali di akhir tahun pelajaran. Mutu pendidikan terkait dengan semua mata pelajaran dan pembiasaan yang dipelajari dan ditanamkan di sekolah, bukan hanya pengetahuan koqnitif saja. UAN tidak akan dapat menjawab pertanyaan seberapa jauh perkembangan anak didik dalam mengenal seni, olah raga, dan menyanyi. UAN tidak akan mampu melihat mutu pendidikan dari sisi percaya diri dan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan bersikap demokratis. Dengan kata lain, UAN tidak akan mampu menyediakan informasi yang cukup mengenai mutu pendidikan. Artinya tujuan yang diinginkan masih terlalu jauh untuk dicapai hanya dengan penyelenggaraan UAN.

Ketiga, ujian bertujuan untuk mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat. Adalah ironis kalau UAN dipakai sebagai bentuk pertanggungjawaban penyenggaraan pendidikan, karena pendidikan merupakan satu kesatuan terpadu antara kognitif, afektif, dan psikomotor. Selain itu pendidikan juga bertujuan untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia, berbudi luhur, mandiri, cerdas, dan kreative yang semuanya itu tidak dapat dilihat hanya dengan penyelenggaraan UAN. Dengan kata lain, UAN belum memenuhi syarat untuk dipakai sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat.

Jika dihubungkan dengan kurikulum, maka UAN juga tidak sejalan dengan salah satu prinsip yang dianut dalam pengembangan kurikulum yaitu ¡§diversifikasi kurikulum¡¨. Artinya bahwa pelaksanaan kurikulum disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing. Kondisi sekolah di Jakarta dan kota-kota besar tidak bisa disamakan dengan kondisi sekolah-sekolah di daerah perkampungan, apalagi di daerah terpencil. Kondisi yang jauh berbeda mengakibatkan proses belajar mengajar juga berbeda. Sekolah di lingkungan kota relatif lebih baik karena sarana dan prasana lebih lengkap. Tetapi di daerah-daerah pelosok keberadaan sarana dan prasarana serba terbatas, bahkan kadang jumlah guru pun kurang dan yang ada pun tidak kualified akibat ketiadaan. Kebijakan penerapan UAN untuk semua sekolah di Indonesia telah melanggar prinsip tersebut dan mengakibatkan ketidak adilan karena ibarat mengetes atletik tingkat pelatnas yang setiap hari dilatih dengan segala sarana dan prasarana termasuk pelatih yang memadai dengan atletik kampung yang memiliki sarana seadanya. Tentu saja hasilnya jauh berbeda, tetapi kebijakan yang diambil adalah menyamakan mereka.

Pelaksanaan UAN hanya pada beberapa mata pelajaran yang dianggap ¡§penting¡¨ juga memiliki permasalahan tersendiri. Benarkah hanya matematika, bahasa Indonesia yang merupakan mata pelajaran penting? Bagaimana kalau ada anak yang memiliki bakat untuk melukis, apakah itu berarti bahwa pelajaran seni jelas merupakan pelajaran penting bagi dia? Bagaimana juga dengan anak yang bercita-cita menjadi olahragawan yang berarti bahwa pelajaran olah raga merupakan pelajaran yang penting bagi dia? Kalau begitu kata ¡§penting¡¨ di sini untuk siapa? Pelaksanaan UAN pada beberapa mata pelajaran akan mendorong guru untuk cenderung mengajarkan mata pelajaran tersebut, karena yang lain tidak akan dilakukan ujian nasional. Hal ini dapat berakibat terkesampingnya mata pelajaran lain, padahal tidak semua anak senang pada mata pelajaran yang diujikan. Akibat dari kondisi ini adalah terjadi peremehan terhadap mata pelajaran yang tidak dilakukan pengujian.

Beberapa orang berpendapat bahwa UAN bertentangan dengan kebijakan otonomi daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 1999. Hal ini dapat dipahami sebagai berikut. Kebijakan UAN dilaksanakan bersamaan dengan dikeluarkannya kebijakan otonomi daerah. Selain itu pada saat yang sama juga dikenalkan kebijakan otonomi sekolah melalui manajemen berbasis sekolah. Evaluasi sudah seharusnya menjadi hak dan tanggung jawab daerah termasuk sekolah, tetapi pelaksanaan UAN telah membuat otonomi sekolah menjadi terkurangi karena sekolah harus tetap mengikuti kebijakan UAN yang diatur dari pusat. Selain itu UAN berfungsi untuk menentukan kelulusan siswa. Padahal pendidikan merupakan salah satu bidang yang diotonomikan, kecuali sistem dan perencanaan pendidikan yang diatur secara nasional termasuk kurikulum. Di sisi lain, dengan adanya kebijakan otonomi sekolah yang berhak meluluskan siswa adalah sekolah melalui kebijakan manajemen berbasis sekolah. UAN telah dijadikan alat untuk ¡§menghakimi¡¨ siswa, tetapi dengan cara yang tanggung karena dengan memberikan batasan nilai minimal 4.00. Dengan menetapkan nilai serendah itu, maka berarti bahwa standar mutu pendidikan di Indonesia memang ditetapkan sangat rendah. Kalau direnungkan, apa arti nilai 4 pada suatu ujian. Nilai 4 dapat diartikan hanya 40% dari seluruh soal yang diujikan dikuasai, padahal secara umum pada bagian lain diakui bahwa nilai yang dapat diterima untuk dinyatakan cukup atau baik adalah di atas 6. Dengan kata lain, UAN selain menetapkan standar mutu pendidikan yang sangat rendah telah ¡§menghakimi¡¨ semua siswa tanpa melihat latar belakang, situasi, kondisi, sarana dan prasarana serta proses belajar mengajar yang dialami terutama siswa di daerah pedesaan.

4. Bagaimana Evaluasi Pendidikan Seharusnya Dilakukan

Evaluasi harus mampu menjawab semua informasi tentang tingkat pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Pendidikan yang diarahkan untuk melahirkan tenaga cerdas yang mampu bekerja dan tenaga kerja yang cerdas tidak dapat diukur hanya dengan tes belaka (Soedijarto, 1993a:17). Untuk itu evaluasi harus mampu menjawab kecerdasan peserta didik sekaligus kemampuannya dalam bekerja. Sistem evaluasi yang lebih banyak berbentuk tes obyektif akan membuat peserta didik mengejar kemampuan kognitif dan bahkan dapat dicapai dengan cara mengafal saja. Artinya anak yang lulus ujian dalam bentuk tes obyektif belum berarti bahwa anak tersebut cerdas apalagi terampil bekerja, karena cukup dengan menghafal walaupun tidak mengerti maka dia dapat mengerjakan tes. Sebagai konsekuensinya harus dikembangkan sistem evaluasi yang dapat menjawab semua kemampuan yang dipelajari dan diperoleh selama mengikuti pendidikan. Selain itu pendidikan harus mampu membedakan antara anak yang mengikuti pendidikan dengan anak yang tidak mengikuti pendidikan. Dengan kata lain evaluasi tidak bisa dilakukan hanya pada saat tertentu, tetapi harus dilakukan secara komperehensif atau menyeluruh dengan beragam bentuk dan dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan (Soedijarto, 1993b:27-29).

Bisakah UAN dipertahankan? Sebagaimana dikemukakan sebelumnya bahwa UAN banyak bertentangan bahkan dengan tujuannya sendiri, sehingga sulit dipertahankan. Seandainya Pemerintah tetap memilih untuk mempertahankan UAN maka selama itu perdebatan dan ¡§ketidakadilan¡¨ akan terjadi di dunia pendidikan karena memperlakukan tes yang sama kepada semua anak Indonesia yang kondisinya diakui berbeda-beda. Selain itu salah satu prinsip pendidikan adalah berpusat pada anak, artinya pendidikan harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Seorang anak yang berpotensi untuk menjadi seorang seniman tidak bisa dipaksakan untuk menguasai matematika kalau dia sendiri tidak menyukainya dan berpikir tidak relevan dengan seni yang digelutinya. Memperlakukan semua anak dengan memberikan UAN sama artinya menganggap semua anak berpotensi sama untuk menguasai mata pelajaran yang diujikan, padahal kenyataannya berbeda.

Bagaimana evaluasi pendidikan yang sebaiknya dilakukan? Menurut pendapat saya, evaluasi sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Sistem penerimaan siswa pada jenjang berikutnya dilakukan dengan cara diberikan tes masuk oleh sekolah masing-masing. Dengan cara demikian, maka setiap sekolah akan menetapkan standar sendiri melalui tes masuk yang dipakai. Sekolah yang berkualitas akan memiliki tes masuk yang relevan, dan sekolah yang kurang bermutu akan ditinggalkan masyarakat. Selain itu sekolah yang menghasilkan lulusan yang tidak bisa menerobos ke sekolah berikutnya juga akan ditinggalkan masyarakat. Dengan demikian akan terjadi persaingan sehat antar sekolah dalam menghasilkan lulusan yang terbaik dalam arti dapat melanjutkan ke sekolah berikutnya. Sistem penerimaan dengan mengacu pada UAN akan berakibat pada manipulasi data, bahkan membuka peluang terjadinya kecurangan. Pada umumnya sekolah berlomba-lomba untuk meluluskan siswa-siswanya dengan cara memberikan nilai kelulusan yang tinggi. Tetapi dengan adanya tes masuk pada sekolah berikutnya (kecuali masuk SLTP harus lanjut karena masih dalam cakupan wajib belajar), maka sekolah akan berlomba untuk membuat siswanya disamping lulus juga diterima di sekolah berikutnya.

Sistem evaluasi yang diserahkan sepenuhnya ke sekolah bukan berarti tidak diperlukan pedoman atau petunjuk teknis. Pedoman untuk melakukan evaluasi tetap diperlukan dalam memberikan guidance bagi guru agar dalam melakukan evaluasi tetap mengacu kepada kaedah-kaedah evaluasi yang berlaku secara umum. Jika UAN tetap dipertahankan maka tujuan dan pelaksanaannya harus dimodifikasi. Sebagai contoh bahwa UAN bukan bertujuan untuk menentukan kelulusan siswa tetapi dipakai sebagai pengendalian mutu pendidikan. Artinya UAN tidak perlu dikaitkan dengan kelulusan siswa, tetapi untuk mengetahui perkembangan pendidikan pada umumnya. Dengan tujuan ini maka standar nilai UAN haruslah minimal 6 sebagaimana pada umumnya dan hanya berpengaruh pada kredibilitas sekolah.

Sistem pelaporan hasil belajar dalam bentuk raport perlu direformasi dengan bentuk lain yang lebih komperehensif. Sebagai contoh apa arti seorang anak memperoleh nilai 8 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di raportnya? Apakah itu berarti anak tersebut menguasai pidato dengan baik, dapat menulis puisi, dan mampu berdebat? Informasi nilai yang ada diraport tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sehingga nilai raport perlu dimodifikasi sehingga dapat memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang kemampuan yang telah dimiliki anak. Sebagai contoh, bahwa untuk laporan hasil belajar bahasa Indonesia perlu mencakup kemampuan tentang membaca, berbicara, mengemukakan pendapat, kemampuan menulis, membuat karangan, berpidato, sikap menghargai orang lain, dan sebagainya. Hal yang sama dikembangkan untuk mata pelajaran yang lain. Model penilaian dengan menggunakan portfolio mungkin lebih baik daripada sistem raport yang digunakan saat ini.

Kamis, 27 Maret 2008


c.ronaldo,aq banget!
Gelandang nyentrik, kelahiran Funchal, Madeira, 5 Februari 1985 itu telah menjadi target incaran Manchester United sejak masih berumur 12 tahun! Ketika musim 2003-04 akan bergulir, Sir Alex Ferguson mentransfer Ronaldo dari Sporting Lisbon dengan nilai sebesar 12,24 juta poundsterling, dengan tujuan menggantikan ikon Manchester United, David Beckham yang “dibuang” ke Real Madrid. Kebetulan posisi keduanya sama: pemain sayap. Dibanding Beckham, Ronaldo jelas lebih unggul dalam soal keterampilan men-dribble bola dan melewati penjagaan lawan. Umpan tariknya pun boleh dibilang jempolan.


Setelah menuai kritik gara-gara aksinya yang dianggap terlalu egois, Ronaldo mulai memikat fans Setan Merah saat dirinya tampil menawan dalam babak final FA Cup melawan Millwall, Mei 2004. Sebulan berikutnya, Ronaldo tampil impresif saat memperkuat timnas Portugal di Euro 2004. Sayang langkah mereka terganjal Yunani di babak pamungkas.Bakat dan talenta yang dimilikinya membuat Ronaldo yang telah mencetak 11 gol dari 30 pertandingan bersama timnas senior bakal menjadi salah satu kunci keberhasilan pasukan Luiz Felipe Scolari.

fuji m3!!

yuk maen ke gunung fuji!!!

Di Jepang saat ini musim panas. Musim panas Bahasa Jepangnya Natsu. Di waktu musim panas seperti ini biasanya kantor di Jepang memberikan libur musim panas ke karyawannya selama empat hari, begitu juga dengan aku yang mendapatkan jatah libur musim panas selama 4hari. liburan musim panas ini aku isi dengan aktifitas mendaki gunung tertinggi di Jepang yaitu Gunung Fuji. Kenapa saya bisa naik gunung fuji karena ada tawaran dari teman yang gila ama hanting foto, mau mendaki gunung Fuji. Tentu saja saya tidak mau menolak kesempatan baik ini untuk mendaki gunung fuji bersama sama.


Gunung Fuji terletak di antara Shizuoka Ken dan Yamanashi Ken persisnya terletak di sebelah baratnya Tokyo. Dan gunung fuji di kelilingi oleh tiga kota yaitu; Fuji yoshida sebelah utara, Gotemba di sebelah timur dan Fuji nomia di sebelah barat. Dan waktu ini saya menempu jalan mendaki gunung Fuji melaui Fuji nomia, adapun cara mendaki yang saya tempu adalah; Dari Tokyo mengunakan densa sampai ke Fuji nomia, sesampaidi sana membeli tiket bus pp ke gogome seharga 300oyen, menempu perjalanan selama satu jam setengah. Oya.. gogome adalah tempat pos ke 5 di gunung fuji, jadi saya tidak mendaki dari kaki gunung melainkan di mulai shin gogome. Adapun tinggi gunung fuji setinggi 3776m, memiliki banyak pos pemberentian untuk istirahat: 1. gogome dengan ketinggian 2305m,kita bisa tempuh sampai di sini dengan bas, dan pada waktu ini saya mulai berjalan dari gogome pada jam 7 malam karena target kita mau sampai di puncak gunung fuji sebelum mata hari terbit sekitar jam 4 pagi.

Rabu, 19 Maret 2008

atut

RUMAH HANTU AMBULANCE

RUMAH HANTU AMBULANCE Nama baik keluarga adalah segalanya. Aib sekecil apapun sebisanya ditutupi. Inilah yang dilakukan Widya terhadap cucu laki-laki kesayangannya, Rano. Gina, ibu Rano, melakukan pesugihan demi memperbaiki taraf ekonomi keluarganya. Namun Gina mesti membayarnya dengan tumbal nyawa. Hingga satu ketika, karena melalaikan kewajiban itu, maka sang makhluk gaib yang disembah Gina pun menghabisi seluruh keluarga Gina. Hanya Rano yang terselamatkan

Sekian tahun berlalu, Rano bersama teman-temannya, Dicky, Ocha dan Popi, memutuskan kuliah di Bandung. Mereka sepakat tinggal bersama di satu rumah kontrakan yang ternyata kediaman keluarga Rano di masa lalu. Dan di rumah tersebut terparkir sebuah ambulance yang menurut desas-desus mengandung mistik

Semenjak mereka tinggal di rumah itu, kejadian-kejadian aneh dan mengerikan mereka alami. Terutama ambulance yang terus memakan korban serta menyimpan kutukan makhluk gaib yang masih mengincar korbannya, yaitu keluarga Rano. Setelah selidik punya selidik, terkuaklah tentang masa lalu keluarga Rano yang selama ini dirahasiakan oleh Widya, neneknya. Betapa sedih dan kecewanya Rano. Apalagi, teman-temannya juga jadi korban. Rano bertekad mematahkan kutukan itu dengan caranya sendiri, walaupun harus mengorbankan dirinya

Di tengah-tengah ketegangan yang berlangsung, Fiona, mantan kekasih Rano tiba-tiba datang menemui Rano di Bandung. Rano yang menaruh hati Popi, gundah kembali. Namun, Rano akhirnya harus merelakan kepergian salah satu dari kedua gadis yang dekat di hatinya, dengan cara tragis

pengen nonton nih pelm,ayo bareng2 biar ga pda atut!!!!!

mom o

"kanker payudara" momok kaum hawa

Apakah kanker payudara itu ?

Bila pada suatu tempat di badan kita terdapat pertumbuhan sel-sel yang berlebihan, maka akan terjadi suatu benjolan atau tumor. Tumor ini dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut dengan kanker. Tumor ganas mempunyai sifat yang khas, yaitu dapat menyebar luas ke bagian lain di seluruh tubuh untuk berkembang menjadi tumor yang baru. Penyebaran ini disebut metastase. Kanker mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada yang tumbuh secara cepat, ada yang tumbuh tidak terlalu cepat, seperti kanker payudara.

Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Sel kanker tersebut diam pada kelenjar payudara. Sel-sel kanker payudara ini dapat menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Kapan penyebaran itu berlangsung, kita tidak tahu. Sel kanker payudara dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui, dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker.

Perkembangan kanker

Stadium I (stadium dini)

Besarnya tumor tidak lebih dari 2 - 2,25 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. Untuk memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di laboratorium.

Stadium II

Tumor sudah lebih besar dari 2,25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium ini, kemungkinan untuk sembuh hanya 30 - 40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.

Stadium III

Tumor sudah cukup besar, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). Kadang-kadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembangan sel kanker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin.

Pencegahan awal

Perlu untuk diketahui, bahwa 9 di antara 10 wanita menemukan adanya benjolan di payudaranya. Untuk pencegahan awal, dapat dilakukan sendiri. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum menstruasi, payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan. Cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :

  • Berdirilah di depan cermin dan perhatikan apakah ada kelainan pada payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama, putingnya juga tidak terletak pada ketinggian yang sama. Perhatikan apakah terdapat keriput, lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan itu atau keluar cairan atau darah dari puting susu, segeralah pergi ke dokter.
  • Letakkan kedua lengan di atas kepala dan perhatikan kembali kedua payudara.
  • Bungkukkan badan hingga payudara tergantung ke bawah, dan periksa lagi.
  • Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di belakang kepala, dan sebuah bantal di bawah bahu kiri. Rabalah payudara kiri dengan telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara. Kemudian periksa juga apakah ada benjolan atau pembengkakan pada ketiak kiri.
  • Periksa dan rabalah puting susu dan sekitarnya. Pada umumnya kelenjar susu bila diraba dengan telapak jari-jari tangan akan terasa kenyal dan mudah digerakkan. Bila ada tumor, maka akan terasa keras dan tidak dapat digerakkan (tidak dapat dipindahkan dari tempatnya). Bila terasa ada sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Makin dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara sempurna
  • Lakukan hal yang sama untuk payudara dan ketiak kanan.

Pengobatan lanjut

Bila ditemukan adanya benjolan, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan mammografie. Mammografie adalah pemeriksaan payudara dengan alat rontgen dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana, tidak sakit, dan hanya memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat terbaik untuk menjalani pemeriksaan mammografie adalah seminggu setelah selesai menstruasi. Caranya adalah meletakkan payudara secara bergantian antara 2 lembar alas, kemudian dibuat foto rontgen dari atas ke bawah, kemudian dari kiri ke kanan. Hasil foto ini akan diperiksa oleh dokter ahli radiologi. Sebuah benjolan sebesar 0,25 cm sudah dapat terlihat pada mammogram.

Cara lainnya adalah dengan operasi kecil untuk mengambil contoh jaringan (biopsi) dari benjolan itu, kemudian diperiksa di bawah mikroskop laboratorium patologi anatomi. Bila diketahui dan dipastikan bahwa benjolan itu adalah kanker, maka payudara harus diangkat seluruhnya untuk menghindari penyebaran ke bagian tubuh yang lain.

Siapakah yang harus menjalani pemeriksaan mammografie ?

  • Wanita yang berumur lebih dari 50 tahun.
  • Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang pernah menderita kanker payudara.
  • Wanita yang pernah menjalani pengangkatan salah satu payudaranya. Wanita dalam golongan ini harus berada dalam pengawasan yang ketat.
  • Wanita yang belum pernah melahirkan anak. Ternyata pada golongan ini sering dijumpai serangan kanker payudara.

dari berbagai sumber

Senin, 10 Maret 2008

Benarkah Peri itu ada?

oleh Dora Van Gelder

Banyak orang berharap dan bahkan sangat ingin untuk percaya akan keberadaan peri di dunia ini. Makhluk-makhluk kerdil tersebut juga sangat berhubungan erat dengan kenangan-kenangan menyenangkan masa kanak-kanak yang mereka ingat kembali dengan kesenangan sebagai bagian dari sebuah dunia materialistik yang kecil. Tetapi, banyak dari kita yang menganggap itu hanya sebagai sebuah ilusi yang hilang. Untunglah tidak demikian bagi setiap orang. Bagi Saya, seperti juga yang lainnya, pernah melihat berbagai macam peri sejauh yang bisa Saya ingat , dan Saya masih melihat mereka setiap hari. Dengan melihatnya Saya bermaksud menunjukkan bahwa jumlah mereka seperti pohon-pohon yang berada disekeliling Saya, dan berusaha untuk mengamatinya secara obyektif.

Pada halaman-halaman berikutnya, Saya bermaksud untuk menjadikan makhluk-makhluk menyenangkan ini senyata mungkin bagi anda seperti yang mampu Saya lakukan. Adalah suatu hal yang sangat baik jika pada bagian awal Saya berusaha untuk menjelaskan kenapa Saya mempunyai maksud-maksud dengan memulai usaha ini. Untuk satu hal, sebagai orang yang lahir di dunia timur, Saya tidak pernah dikucilkan dalam setiap observasi mengenai makhluk-makhluk tersebut, karena terdapat banyak orang yang benar-benar pernah melihat dan sangat banyak yang meyakini keberadaannya. Untuk alasan ini dan alasan-alasan lainnya, pada diri saya telah terdapat kemampuan untuk melihat mereka yang berbeda dengan yang dimiliki anak-anak .

Kemudian, saya telah mengalami nasib baik untuk dapat terlibat, dalam hidup ini, diantara keluarga dan teman yang termasuk juga memliki kemampuan untuk melihat; dan memiliki daftar perjalanan yang panjang. Oleh karena itu, apa yang telah saya sampaikan disini bukanlah suatu imajinasi dari seorang anak yang terisolasi. Ini adalah sebuah informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan percakapan-percakapan dengan makhluk-makhluk tersebut di hampir seluruh belahan dunia dalam keadaan yang benar-benar alami, yang bagaimanapun juga merupakan suatu hal yang aneh. Seseorang dapat berkomunikasi dengan makhluk-makhluk tersebut sebagaimana manusia berbicara kepada sesamanya - lebih dari itu, untuk metode semacam ini (yang akan Saya gambarkan secara singkat) adalah sedikit berbeda, lebih cepat dari berpidato, dan dalam beberapa hal merupakan suatu pertukaran yang lebih akurat.

Ini sangat penting untuk mencatat hal-hal ini, setiap kali kita melihat dunia dari sudut pandang gaib, sepintas kita melihat sebuah pemandangan alam yang baru. Banyak hal yang merupakan hambatan bagi kita, tidak tampak demikian bagi mereka. Kehidupan dan kematian, sebagai contoh, adalah hal-hal yang mereka semua tahu mengenai hal tersebut; bagi mereka tidak terdapat ketidakpastian dan tidak ada kejadian yang menyedihkan termasuk didalamnya. Manusia seringkali bersembunyi dari kehidupan dan takut mendengar kematian. Peri sebenarnya melihat alir kehidupan melalui semua hal. Kita hidup dalam sebuah bentuk dunia tanpa memahami kehidupan menekan bentuk-bentuk tersebut. Bagi kita kehilangan bentuk berarti akhir dari kehidupan, tetapi peri tidak pernah terperdaya oleh hal-hal semacam ini. Mereka mempunyai sebuah pelajaran yang sangat kuat dan berpengaruh bagi kita.

Mengapa banyak orang tidak bisa melihat peri ?

Kenapa banyak orang tidak melihat peri ? Mereka hidup dalam dunia yang sama dengan kita, tetapi tubuh mereka lebih halus dari yang kita miliki, bahkan lebih halus dari sifat zat sebuah gas yang renggang. Saya merasa yakin terdapat selubung antara mereka dan kita yang sangat tipis - begitu tipis sehingga setiap orang dapat menebusnya dengan mudah sekali sepanjang garis yang benar. Kesulitannya adalah untuk mengindikasikan garis tersebut dan khususnya untuk mendapatkan garis-garis lainnya untuk menyesuaikannya. Hampir dapat dipastikan, satu alasan kuat bagi kita sehingga tidak dapat melihat mereka adalah karena perbedaan sudut pandang. Jika demikian itu apa yang saya tulis disini dapat membantu untuk mengubah sudut pandang menuju dunia gaib, ini akan membantu untuk membuat lebih banyak orang lagi untuk bisa melihat mereka.

Tetapi tentu saja tidak semua orang. Sebuah indera khusus harus dibangkitkan dalam diri seseorang jika mereka bermaksud untuk melihat peri. Kehidupan dunia peri tidak tertangkap oleh indera biasa kita secara langsung. Mereka tidak dapat disentuh atau dirasakan, sekalipun begitu mereka pasti bisa dilihat. Pada kenyatannya, penglihatan biasa bisa membantu dalam melihat mereka, tetapi indera itu sendiri kecil dan terlalu kasar untuk bisa menangkap sinar yang mereka pancarkan. Bagaimanapun, setiap orang mempunyai bakat terpendam dalam dirinya berupa sebuah indera yang lebih halus daripada, penglihatan dan sejumlah orang - dalam jumlah yang mengejutkan - telah mengaktifkannya. Ini adalah inddera penglihatan yang lebih tinggi dimana digunakan untuk melihat dunia gaib yang antik. Selain itu , setiap orang mempunyai sebuah peralatan sensor dengan jangkauan yang luas. Sentuhan untuk merasakan benda-benda padat, kecapan memberitahukan kita tentang zat-zat cair, indera penciuman melaporkan tentang keadaan gas-gas. Penglihatan masih lebih tajam, dan rangkaian tersebut tidak berakhir disana. Ada sebuah kekuatan penglihatan khusus disebut clairvoyance (kewaskitaan) - kemampuan untuk melihat sesuatu diluar penglihatan normal. Kenyataannya adalah terdapat sebuah dasar fisik yang nyata bagi clairvoyance, dan kemampuan tersebut bukanlah hal yang misterius. Pusat kekuatan berada dalam sebuah organ yang sangat kecil di dalam otak yang disebut kelenjar pituitary. Jenis getaran-getaran yang dipengaruhi adalah sangat halus sehingga tidak terdapat pembukaan secara fisik yang diperlukan untuk menyampaikannya ke badan pituitary, tetapi terdapat sebuah titik kepekaaan khusus yang terletak diantara kedua mata diatas pangkal hidung yang bertindak sebagai pembuka eksternal bagi kelenjar tersebut. Ini terasa seperti jika seseorang sedang melihat dari titik tersebut diatas dahi, terasa sama seperti jika seseorang sedang memandang dengan satu mata, walaupun kita semua tahu bahwa kita hanya melihat menggunakan kedua mata. Penglihatan melalui titik sensitif tersebut dalam satu hal berbeda dengan penglihatan melalui organ-organ indera konvensional; tanpa adanya struktur jaringan saraf seperti pada bagian fisik biasa. Tetapi penglihatan tersebut hanya bekerja setelah saya perintahkan, dan tidak pernah diluar itu. Pada saat hendak melihat kedalam dunia halus dimana peri itu berada, hanya diperlukan konsentrasi selama garis penglihatan, dan indera banyak merespon seperti jika kedua mata (tetapi dalam hal ini dengan satu mata) telah terbuka.

Saya katakan (bukan berpura-pura sebagai orang yang tahu banyak tentang biologi) bahwa pernah terjadi, pada binatang-binatang nenek moyang manusia,sebuah hubungan bagi badan pituary ke kulit dan terdapat sebuah bagian keluaran untuk itu. Saat sekarang ini badan pituitary dianggap sebagai bekas-bekas atropia . Tetapi dokter-dokter mengetahui bahwa kelenjar tersebut bukanlah merupakan sebuah sisa-sisa yang tak berguna, untuk kerahasiannya dari kedua bagian badan-badan itu sendiri yang merupakan bagian yang tak terlihat dari aliran darah dan mempunyai semacam kekuatan yang mempengaruhi pertumbuhan dan fungsi-fungsi lainnya. Dengan demikian kelenjar pituitary benar-benar ada dan sangat penting bagi manusia. Dan kelenjar ini sangat diperlukan dalam menerima getaran-getaran yang sangat lembut dari sebuah alam dimana segala sesuatunya begitu halus dari yang pernah kita ketahui.
Saya berharap dapat membuat hal ini sejelas mungkin, tetapi mungkin itu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan seseorang. Mungkin bagi orang lain indera ini belum siap digunakan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membuatnya bekerja. Beberapa kerusakan bisa timbul dalam usaha melakukan pemindahan alam mendahului waktunya, dalam banyak kasus penuh dengan bahaya. Orang kadang-kadang mencoba untuk menekan diri mereka sendiri menuju tahap clairvoyance dengan menggunakan kemampuannya, menggunakan ramuan-ramuan, atau menggunakan cara-cara lainnya. Bagaimanapun, jika perkembangannya tidak secara alami, clairvoyance biasanya membahayakan. Terapi ini tidak menyebabkan hak tersebut menjai kurang nyata jika dibandingkan pada kasus-kasus dimana kekuatan tersebut muncul secara alami.

Masih dapatkah orang dewasa belajar untuk melihat makhluk halus ?

Muncul pertanyaan mengapa orang dewasa tidak bisa melihat makhluk halus. Saya beranggapan bagian dari jawabannya adalah karena tidak seorangpun mencoba setelah perkembangan UP mereka, atau bahkan pada masa kanak-kanak untuk masalah tersebut, dan inti dari jawaban tersebut adalah orang-orang yang tahu bahwa makhluk halus itu ada tidak pernah berusaha agar bisa melihat mereka dalam cara yang benar.

Sejauh yang saya ketahui tentang peri. Saya bisa melihat mereka dengan mata telanjang ,tetapi saya tidak bisa menutup mata saya saat itu juga, seperti sesuatu yang tidak perlu, dan untuk hal lainnya, ketika pandangas clairvoyant telah membawa makhluk halus dalam lingkupnya, biasanya pandangan sangat membantu untuk mengamati lebih detail. Dan banyak peri begitu dekat untuk dapat dilihat dengan pandangan biasa sehingga lebih mudah untuk mempelajarinya. Hanya cahaya pendek yang mereka pancarkan atau reflek (bagi mereka merupakan cahaya berkilauan) saya tidak tahu, karena saya bukanlah seorang ahli ilmu fisika, dan bahkan saya tetap tidak mengetahuinya andaikata saya seorang ahli fisika, dimanakah ada peralatan-peralatan yang dapat digunakan untuk mempelajari sesuatu yang serba halus?

Seorang teman yang scientist menyarankan untuk melihat peri dengan atau tanpa menggunakan kaca bantu penglihatan, dengan cara melakukan beberapa pengujian singkat tentang jenis-jenis cahaya yang berpengaruh di dalamnya. Saya kemudian melakukannya dan menemukan bahwa peri kelihatan berbeda melalui kaca tersebut, seperti pohon yang terlihat berbeda. Tetapi mungkin distorsi yang ada berkaitan dengan efek yang ditimbulkan pada penglihatan orang biasa. Sekali lagi, peri tampak mungkin terlihat melalui kaca biasa, tetapi kesulitan yang sama muncul disini : apakah cahaya yang suram itu berpengaruh pada mata biasa ?
Saya hanya salah seorang dari anak-anak yang pernah mengetahui tentang makhluk halus semenjak beberapa tahun terakhir, tetapi dalam kasus saya - berhutang pada keberuntungan saya dan mungkin keuntungan-keuntungan tertentu - pengetahuan ini tidak hanya telah telah berlangsung lama tetapi juga telah melebar. Pembaca mungkin tahu kasus seperti ini ; Saya juga pernah bertemu banyak anak-anak yang melihat dan banyak pula orang dewasa yang masih ingat hari-hari ketika mereka memiliki kekuatan itu. Tetapi tidak banyak yang berani untuk meningkatkan kemampuan indera mereka, karena sering mereka merasa takut dianggap menjadi aneh atau ganjil. Banyak orang tua yang memperlakukan anak-anaknya dengan menempatkan mereka pada posisi untuk menghalangi dari masalah ini. Pemukulan karena perkataan bohong tidak dianjurkan untuk memberikan pelajaran pada mereka lebih jauh lagi. Ini menyebabkan anak merasa malu atas pengalaman cinta mereka.

Lebih jauh lagi, kita harus ingat bahwa keseluruhan aktivitas untuk melihat peri adalah sebuah operasi yang sulit. Kekuatan untuk melihat membutuhkan kondisi-kondisi hening dan damai; dan kemudian, makhluk halus pada dasarnya agak pemalu seperti makhluk-makhluk liar lainnya dan harus dijinakkan dengan menarik perhatiannya. Secara bersamaan, bahkan dibawah keadaan yang sangat baik, khususnya disekeliling kota-kota, usaha tersebut tidaklah mudah bagi yang tidak berpengalaman. Disamping itu mayoritas permusuhan yang tak perlu, atau yang lainnya, keyakinan tetap yang menyatakan hanya materi padat yang nyata, dan seseorang dapat mulai menyadari masalah yang dihadapi dalam penglihatan anak-anak. Untunglah, banyak orang tua menjadi sadar dalam memelihara kemampuan kreatif dan indera penglihatan yang lebih tinggi bagi anak-anak mereka.

Selama masa anak-anak, relasi antara dua kerajaan lebih dekat daripada masa-masa lainnya dalam hidup. Ini karena anak-anak lebih dekat dengan alam gaib dari orang-orang lainnya. Mereka secara alami senang dan secara spontan beraksi; mereka berinteraksi baik dengan alam; mereka juga agak tidak bertanggungjawab, dengan kekhawatiran tentang makanan dan pakaian; dan mereka mempunyai sebuah kemampuan luarbiasa untuk menemukan kesenangan, daya pesona, dan kesukaan pada hal-hal kecil seperti sebutir kerikil atau sebuah tempurung atau sebuah kotak kosong. Mereka juga memiliki ketertarikan yang mendalam pada sesuatu yang muda dan sedang tumbuh, keingintahuan yang tidak ada batasnya tentang segala sesuatu disekitarnya, tidak memiliki kesadaran atas tradisi kelakuan konvensional atau moralitas, dan petualangan cinta, mengenakan pakaian khusus, dan dongeng-dongeng tentang misteri dan imaginasi. Dalam banyak cara anak-anak dekat kepada hal gaib dalam watak dan sifat mereka. Inilah kenapa pada masa kanak-kanak pintu-pintu gerbang tersebut sering terbuka, dan manusia dan dunia gaib benar-benar menjadi satu.

Meskipun makhluk halus telah tergantikan dalam imajinasi anak-anak dengan fantasi-fantasi yang lebih modern, seperti makhluk dari angkasa luar, mereka meninggalkan ingatan mendalam, kebutuhan naluriah manusia. Rasa untuk persahabatan dan sekedar untuk pengetahuan belaka mereka mempunyai akar keyakinan akan adanya makhluk halus, kesepian dan tidak terlihat bagi kebanyakan orang, masih tertutup dalam tangan - seperti adanya, dengan tangan-tangan jin diatas kulit yang tipis diantara dua dunia. Suara bel yang jelas terdengar dari musik mereka dapat hampir terdengar. Keceriaan dan kecantikan yang mereka wujudkan diatas kita dari setiap bagian padang rumput, kayu, dan taman-taman. Langit dan lautan membawa kita ke melintasi pintu menuju dunia mereka. Pada setiap sisi terdapat makhluk halus, dan oleh karena itu setiap sudut membawa kasih sayang dan keceriaan.

Jika manusia dewasa mampu menanglap kembali kesederhanaan dan arah tujuan anak-anak walaupun dalam skala kecil, mereka juga akan mengenang kembali tanah keceriaan yang telah hilang dimana kerajaan manusia kerdil berada, bagi makhluk halus hal itu adalah kegembiraan menjadi teman bagi mereka, selalu mempercayai, dan penuh kebaikan.

Sekilas mengenai makhluk halus

Peri dapat hidup dimana saja; ada makhluk halus rumahan dan ada juga yang liar, makhluk halus air yang menghuni sungai-sungai, danau dan laut, hutan-hutan, ladang dan di bawah permukaan tanah yang hidup dibawah bukit-bukit. Pada masa victorian, ada kepercayaan bahwa peri hidup diujung akhir taman. Peri juga dianggap hidup dalam pohon-pohon, dan lebih erat terkait dengan pohon oak tempat peribadatan suci Druids. Peri tidak terlihatdan mereka tidak menyukai nama mereka diketahui dan disebut-sebut. Peri dapat menjadi penuh dengan tipu muslihat pada masa itu. Seringkali, manusia, tidak pernah mengetahui ketika seorang peri yang tak kasat mata melayang-layang didekatnya, yang akan menunjukkan apakah mereka adalah orang-orang baik atau tetangga yang baik dengan harapan mungkin saja peri-peri itu akan memenuhi nama-nama itu!

Peri-peri selalu berpikir untuk memiliki anak manusia, dan oleh karena itu dipercayai bahwa mereka akan mencuri seorang yang non kristen, yang tidak dilindungi kelahirannya, dan meninggalkan seorang anak pengganti ditempatnya. Kadang-kadang anak pengganti itu berupa potongan kayu, dipahat menyerupai seorang anak dan dihiasi dengan berbagai macam benda agar nampak menarik seperti anak kecil yang benar-benar hidup. Kadang-kadang itu berupa anak peri yang sakit-sakitan, atau seorang peri tua yang sudah kurus. Anak-anak yang dianggap menjadi anak pengganti sering dipukul dan ditinggalkan pada tempat terbuka di bukit peri, dibakar, atau penganiayaan secara fisik lainnya sebagai usaha untuk memaksa orang tua peri untuk mengembalikannya kembali. Jarang sekali ada orang tua manusia yang memperlakukan anak pengganti itu dengan baik, dengan harapan anak mereka juga akan diperlakukan serupa.
Walaupun memiliki kemampuan untuk berbuat jahat, peri memiliki kode moral mereka sendiri, yang mereka jalankan dengan taat. Mereka tidak dapat mencoba untuk memata-matai , dan akan dihukum atas pelanggaran privasi pada kekuatan peri mereka. Mereka juga tidak mentolerir pencurian harta peri, atau rendahnya rasa kedermawanan. Peri menghargai kebersihan dan segala sesuatu yang teratur, dan akan menegur barangsiapa yang membiarkan rumahnya dalam keadaan kotor. Peri juga mencela kelakuan buruk dan watak yang jahat!Ingat, anda tidak akan pernah menyadari bahwa peri-peri sedang mengawasi anda!

Penjelasan tipe-tipe Peri
(Dalam urutan abjad dan penjelasan secara umum)

Asrais - kecil, lembut, peri laki-laki. Tidak bisa terkena sinar matahari langsung; selain itu mereka akan meleburkan diri kedalam kolam air.
Banshee - "peri wanita"; merupakan jiwa yang melekat pada keluarga-kelurga tertentu. Ketika seorang anggota keluarga mendekati ajalnya, keluarga itu akan mendengar banshee menangis. Tidak selalu menakutkan.
Bogles - Umumnya merupakan iblis-sifat dasarnya Goblin walaupun mereka cenderung untuk merugikan dengan cara melakukan kebohongan dan pembunuhan.
Brownies - Umumnya senang berada disekitar manusia dan pekarangan rumah. Bersahabat dan benar-benar membantu.
Dwarfs - bertubuh pendek gemuk dan kuat. Mencapai dewasa pada usia tiga tahun dan berwarna abu dan berjenggot pada usia tujuh tahun. Disebutkan bahwa mereka tidak bisa terlihat di bawah sinar matahari, sehingga untuk melihatnya harus membawa mereka ke batu. Bagaimanapun, ada ramuan dan mantera-mantera yang bisa membuat mereka tahan terhadap sinar matahari.
Dryads - Mereka adalah jiwa yang menghuni pohon-pohon, khususnya pohon oak. Druid menggunakan mereka sebagai sumber inspirasi.
Elves - Nama lain dari pasukan peri yang diketahui. Mereka dibagi lagi menjadi Seelie dan Unseelie.
Fir Darrig - (Fear Deang) Secara praktis merupakan badut alam yang mengerikan. Mereka bisa merubah wajahnya menjadi siapapun yang diinginkannya.
Gnomes - Elemen-elemen dasar bumi. Mereka hidup dibawah permukaan tanah dan menjaga harta-harta yang ada di bumi. Gnome pekerja logam yang mengagumkan, khususnya untuk pedang dan baju besi.
Goblins - Adalah nama yang digunakan bagi spesies peri yang buruk. Tubuhnya kecil dan jahat, dan biasanya bergerombol karena akan kehilangan kemampuannya jika bertindak sendirian. Mereka biasanya dikendalikan oleh sebuah Mage untuk maksus-maksud jahat.
Gwragged Annwn - (Gwageth anoon) merupakan peri air, yang kadang-kadang mengambil manusia pria untuk dijadikan suami-suaminya.
Gwyllion - Merupakan hantu air scotlandia. Mereka sering tampak sebagai laki-laki berambut atau hantu wanita menyeramkan yang mencegat dan menyesatkan para pejalan malam hari di jalan-jalan pegunungan. Peri gunung senang duduk di atas batu pada salah satu sisi dari jalur pegunungan dan diam-diam mengawasi orang-orang yang menlintas.
HobGoblins - Biasanya merupakan nama untuk makhluk kecil aneh namun bersahabat biasa kita sebut kurcaci.
Knockers (Buccas) - Ruh daerah pertambangan yang bersahabat dengan para penambang. Mereka mengetuk lapisan bijih yang banyak kandungan logamnya.
Leprechauns - Sangat lihai dan licik dan dapat menghilang dalam satu kejapan mata. Mereka terutama sekali sangat mencintai, dan aktif pada hari-hari Saint Patrick, tetapi hari apapun juga baik bagi mereka.
Mer-People-Mermaid - Mereka tinggal didalam air, tetapi mereka mirip manusia dari pinggang ke atas dan memiliki ekor seperti ikan. Mereka sangat menarik sekali sehingga memikat nelayan-nelayan menuju kematiannya. Disebut juga Murdhuacha (muroo-cha) atau Merrows.
Pixies - Sering berwujud landak. Mereka peri yang jahat yang senang mempermainkan manusia dan bangsa peri lainnya. Mereka juga senang mencuri kuda untuk ditunggangi.
Phouka - Bisa terlihat dalam berbagai bentuk binatang dan biasanya berbahaya.
Redcap - Salah satu iblis yang terkenal dari old Border Goblins . Dia tinggal di reruntuhan menara atau kastil-kastil, terutama yang memiliki sejarah kejahatan. Dia mewarnai topinya dalam darah manusia.
Shefro - Peri laki-laki yang mengenakan jubah hijau dan topi merah.
Sidhe (shee) - Nama untuk peri-peri yang tinggal di bawah permukaan tanah. Sebuah gundukan kuburan tua atau bukit kecil yang mempunyai pintu menuju kerajaan peri bawah tanah yang indah.
Sluagh - Ruh penasaran yang kematiannya tak termaafkan, atau para penyembah berhala. Merupakan lawan yang hebat bagi peri dataran tinggi. Spriggans - Diceritakan berwajah jelek, aneh dan kerdil dalam dunia alami mereka, tetapi dapat merubah bentuk dalam ukuran raksasa. Spriggans merupakan gerombolan penjahat yang keji, ahli dalam mencuri, perusak yang cekatan dan membahayakan. Mereka mampu merampok rumah-rumah manusia, menculik anak-anak (dan meninggalkan seorang bayi Spriggan yang menjijikkan sebagai gantinya).
Trolls - Tidak suka terkena sinar matahari. Mereka sering melakukan tarian bagian potongan telinga yang aneh yang disebut 'Henking'.
Trows - Sama dengan Trolls dan menyukai mereka, anti terhadap sinar matahari. Mereka juga melakukan tarian 'Henking'.
Urisk - Merupakan peri terpencil yang sering mendiami kolam-kolam sepi. Dia akan sering menampakkan diri pada rombongan manusia namun kemunculan yang aneh dan menyeramkan merupakan cara yang dilakukannya.
Water Fairies - Adalah penyedia makanan bagi tanaman-tanaman dan pengambil kehidupan . Mereka mengkombinasikan kecantikan dengan penghianatan dan kematian. Mereka bisa menjadi teman atau lawan.

Sabtu, 08 Maret 2008

my hero


Naruto Uzumaki
(うずまきナルト)
Naruto Uzumaki
Debut Manga, Ch 1
Anime, Ep 1
Pengisi suara
(versi bahasa Jepang)
Junko Takeuchi
Ema Kogure (untuk Sexy no Jutsu)
Profil
Umur 12-13 (Sebelum Time Jump)
15 (Sesudah Time Jump)
Tanggal lahir 10 Oktober
Desa Konohagakure (Desa Daun Tersembunyi)
Golongan darah B
Warna mata Biru
Warna rambut Pirang
Tinggi 147,5 cm
Berat 40,6 kg
Rekan Hatake Kakashi, Haruno Sakura, Uchiha Sasuke
Informasi
Tingkatan Genin
Jutsu/Kekkei genkai

Jurus Seksi (Oiroke no Kutsu (Sexy no Kutsu))
Serangan Shuriken Segala Arah (Naruto Ninpocho, Shihou Hapou Shuriken no Maki)
Derita Seribu Tahun(Sennen Goroshi)
Jurus Harem (Harem no Jutsu)
Uzumaki Naruto 2000 Kombo (Uzumaki Naruto Nisen Rendan)
Amukan Naruto Uzumaki(Uzumaki Naruto Rendan)
Kloning Bayangan(Kage Bunshin no Jutsu)
Rasengan (Rasengan)
Tehnik Panggilan (Kuchiyose No Jutsu)